Rabu, 03 Oktober 2012

Peranan Bahasa Indonesia Dalam Masa Kini Sebagai Pemersatu Bangsa

Sejumlah tokoh pergerakan dan cendekiawan Indonesia pernah mentasbihkan bahasa Melayu untuk disejajarkan dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia. Ki Hajar Dewantara misalnya menilai bahwa, “Bahasa Melayu itu mudah dipahami oleh seluruh suku bangsa yang ada di Nusantara. Sebab,bahasa Melayu mempunyai susunan, ucapan yang hidup, jelas maknanya, dan ringkas serta mudah menyesuaikan diri dengan pikiran dan situasi yang baru. Selain itu, bahasa Melayu susunan kalimatnya pendek dan tegas, serta pengucapannya yang mudah dimengerti oleh lawan bicara (IbrahimAlfian, 2001: 79). Pandangan hampir senada juga diungkapkan oleh Muhammad Yamin pada Kongres Pemuda Indonesia pada tahun 1926 yang menyebutkan: “Kelebihan dan keluwesan bahasa Melayu tersebut juga akan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk bergaul dengan bahasa-bahasa lainnya di Nusantara seperti bahasa Jawa, Sunda, Batak, Aceh, Arab, dan Cina yang setiap hari menjadi teman berbicara,” kata Muhammad Yamin kala itu. Dari pandangan kedua tokoh tersebut, maka keberadaan bahasa Melayu di Nusantara, bukan hanya sekadar bahasa pengantar sehari-hari bagi seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia. Jika kita masih tetap egois dalam mononjolkan bahasa daerah masing-masing, mungkin angin kemerdekaan masih lama kita nikmati. Sangat sulit membangun sebuah persepsi jika bahasa daerah yang kita tonjolkan sebagai alat komunikasi antarsuku bangsa di Indonesia. Akan banyak sekali terjadi miskomunikasi bahasa yang tidak dimengerti oleh masyarakat lainnya di luar suku-suku lainnya di Indonesia. Baik itu dalam surat menyurat, atau dalam pertemuan antar-suku dalam mengatur strategi gerakan dan teknik berperang dulunya. Sebagai penduduk yang lahir dan besar di bumi pertiwi ini, adalah suatu kewajiban menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia kini merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di seluruh institusi pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan tinggi. Bahasa Indonesia juga masuk dalam daftar mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu Ujian Akhir Nasional. Dimana dalam hal ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat agar lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar